Lawan Hoaks! Atlet BAPOMI Asahan Sosialisasi Cerdas Medsos di RT

Di tengah derasnya arus informasi digital, penyebaran berita bohong atau hoaks menjadi ancaman serius bagi stabilitas sosial, terutama di tingkat akar rumput. Mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki peran penting untuk menjadi penyaring informasi di tengah masyarakat. Fenomena inilah yang mendasari BAPOMI Asahan untuk meluncurkan gerakan sosial yang unik. Mereka tidak hanya mengirimkan atlet ke lapangan pertandingan, tetapi juga menerjunkan mereka ke lingkungan rukun tetangga (RT) untuk melakukan edukasi literasi digital. Gerakan untuk lawan Sosialisasi Cerdas Medsos ini dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima oleh warga.

Pemilihan atlet sebagai komunikator sosial didasarkan pada profil mereka yang disiplin, jujur, dan memiliki pengaruh positif di mata masyarakat lokal. BAPOMI Asahan percaya bahwa sosok atlet yang biasanya menjadi inspirasi di bidang olahraga dapat menjadi figur yang didengar saat berbicara mengenai etika berkomunikasi. Dalam setiap sesi sosialisasi, para mahasiswa ini memberikan tips praktis tentang cara memverifikasi kebenaran sebuah berita sebelum membagikannya. Fokus utama mereka adalah membantu orang tua dan warga senior yang seringkali menjadi kelompok paling rentan terpapar hoaks di aplikasi pesan instan.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara yang santai namun tetap berisi. Para atlet seringkali memanfaatkan momen setelah berolahraga bersama warga untuk membuka diskusi tentang fenomena media sosial. Mereka menjelaskan dampak hukum dan sosial dari penyebaran berita palsu, serta bagaimana cara melaporkan konten yang mencurigakan. Pendekatan Sosialisasi Cerdas Medsos dalam berinternet ini ditekankan sebagai bagian dari sportivitas di dunia maya. Sebagaimana dalam pertandingan, di media sosial pun ada aturan main yang harus dipatuhi demi kenyamanan bersama. Integritas seorang atlet kini tercermin dari jempol mereka saat menggunakan gadget.

Antusiasme warga terhadap program ini sangat luar biasa. Banyak pengurus RT yang merasa terbantu karena selama ini mereka bingung bagaimana cara meredam kegaduhan akibat informasi yang tidak jelas di grup-grup warga. BAPOMI berhasil memposisikan mahasiswanya sebagai jembatan ilmu yang sangat dibutuhkan di era informasi ini. Melalui gerakan ini, para atlet mahasiswa juga belajar untuk mengasah kemampuan komunikasi publik dan empati mereka terhadap permasalahan sosial di sekitar. Mereka tidak hanya hebat secara fisik, tetapi juga cerdas secara intelektual dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.