Kabupaten Asahan kini memiliki wajah baru dalam peta olahraga rekreatif dan ekstrem bagi kalangan muda yaitu sebuah bangunan Skatepark Mini. Fenomena meningkatnya minat anak muda terhadap aktivitas papan luncur, sepatu roda, dan BMX sering kali terbentur dengan ketersediaan lahan yang aman. Alih-alih membiarkan para pemuda menggunakan fasilitas umum atau trotoar yang berbahaya, Bapomi Asahan mengambil inisiatif yang sangat progresif dengan bangun fasilitas khusus berupa lintasan ekstrem berskala kecil. Proyek ini bertujuan untuk memberikan wadah legal dan aman bagi mereka yang ingin menyalurkan adrenalin dan bakat motoriknya secara terarah.
Pembangunan skatepark mini ini menjadi jawaban atas aspirasi lama komunitas olahraga ekstrem di Asahan. Selama ini, mereka sering kali dianggap sebagai pengganggu ketertiban umum karena berlatih di lokasi-lokasi yang tidak semestinya. Dengan adanya fasilitas resmi, stigma negatif tersebut perlahan mulai memudar. Bapomi merancang area ini tidak hanya sebagai tempat latihan fisik, tetapi juga sebagai sebuah ruang publik di mana interaksi sosial yang sehat dapat terjalin antar sesama pecinta olahraga. Desainnya dibuat sedemikian rupa agar tetap menantang namun aman bagi pemula yang baru ingin memulai hobi ini.
Inisiatif ini dirasakan sangat keren oleh masyarakat luas, terutama karena pendekatannya yang mengedepankan aspek kreativitas. Selain sebagai tempat berolahraga, area ini sering kali menjadi titik kumpul bagi para remaja untuk berdiskusi, membuat konten video olahraga, hingga belajar desain grafis dan seni jalanan yang positif. Bapomi melihat bahwa olahraga ekstrem memiliki kaitan erat dengan budaya kreatif urban. Oleh karena itu, penyediaan fasilitas ini adalah bentuk pengakuan terhadap keberagaman minat generasi Z dan milenial yang tidak selalu terakomodasi dalam cabang olahraga konvensional seperti sepak bola atau bulu tangkis.
Secara teknis, pembangunan fasilitas ini melibatkan konsultan yang paham akan geometri olahraga ekstrem agar setiap rintangan (obstacle) yang dibangun memiliki fungsi yang maksimal. Bapomi Asahan ingin memastikan bahwa aset ini benar-benar bermanfaat jangka panjang dan tidak menjadi bangunan mubazir. Keberadaan fasilitas ini juga diharapkan mampu memancing tumbuhnya bibit-bibit atlet olahraga ekstrem yang kelak bisa mewakili Asahan di ajang nasional seperti FORNAS (Festival Olahraga Rekreasi Nasional). Ini adalah bukti bahwa pemerintah dan organisasi pembina olahraga mulai adaptif terhadap tren global yang berkembang.
